PROFIL KU

Foto Saya
Valery Febriansyah
Argamakmur, Bengkulu Utara, Indonesia
Terimakasih ya yang sudah melihat blog ini.. jangan lupa follow me yaw.. tanks..
Lihat profil lengkapku
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Mainkan Pistol Ayah, Anak Polisi Tembak Temannya

Ini peringatan buat aparat keamanan; berhati-hatilah menyimpan senjata api. Soalnya, Gian, anak anggota Satuan Narkoba Polres Palu Bripka Guntur, terpaksa berurusan dengan hukum karena menembak temannya sendiri, Wandi, Senin (18/4).

Informasi yang diperoleh SCTV menyebutkan, kasus penembakan berawal ketika Guntur pergi ke kantor tanpa membawa senjata api. Di rumah, Gian tengah bermain bersama Wandi.

Melihat senjata ayahnya ada di rumah, Gian mengambil dan memainkannya. Dia juga sempat mengarahkan senjata tersebut ke arah Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Tak diduga, saat pelatuk ditarik, senjata tersebut ternyata mengeluarkan peluru dan langsung mengenai dahi korban.

Wandi yang mengalami luka serius, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dia dalam kondisi kritis. Menurut dokter, kepala korban tertembus timah panas mulai dari dahi kanan hingga tembus ke dahi kiri.

Gian yang masih berusia 15 tahun diperiksa di Mapolres Palu. Sedangkan Bripka Guntur, pemilik pistol, diperiksa Propam Polda Sulawesi Tengah karena dianggap teledor menyimpan senjata api

Serangan Ulat Bulu Sampai ke Bekasi

Serangan ulat bulu di beberapa kabupaten di Jawa Timur kini meluas. Di Bekasi, Jawa Barat, kegiatan belajar di Taman Kanak-kanak Quantum, Jatiasih, sudah dua hari terpaksa diliburkan setelah ratusan ulat bulu memenuhi dinding dan halaman sekolah tersebut.

Semula ulat berada di sebuah pohon di samping sekolah. Karena populasinya semakin banyak, ulat merambat ke dalam sekolah. Pihak sekolah sudah melaporkan kasus ini ke instansi terkait.

Sementara di Desa Bangsring, Banyuwangi, Jatim, serangan ulat bulu yang sudah berlangsung sejak tiga hari lalu kini juga meluas. Meski sudah dilakukan pemusnahan dengan cara disemprot maupun dibakar, ulat bulu sulit dibasmi. Bahkan populasi ulat bulu terus bertambah.

Sejumlah warga yang rumahnya dimasuki ulat bulu mengaku resah. Selain menimbulkan gatal-gatal di tubuh, ulat bulu juga membahayakan bagi anak-anak, khususnya balita.

Sedangkan di Jombang, Jatim, untuk mengetahui jenis hama ulat yang menyerang pohon asem, dinas pertanian setempat mengambil contoh ulat. Berbeda dengan ulat di Probolinggo yang menyerang daun, ulat bulu di Jombang menyerang batang tanaman keras. Di Banyuwangi ulat bahkan juga menyerang ternak

Korban Pesawat Capung Dievakuasi

Dua korban tewas dalam insiden jatuhnya pesawat capung di area kebun tebu Komplek Lanud Adisutjito Yogyakarta, tepatnya di kawasan Berbah, Sleman, Kamis (28/4) sore telah dievakuasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit TNI AU Harjo Lukito. Informasi terbaru menyebutkan bahwa pesawat itu jatuh sekitar pukul 14.45 WIB.

"Kami belum tahu identitas dari kedua korban, kemungkinan keduanya adalah pilot dan co-pilot. Saat ini kedua korban tewas ini telah dibawa ke RS Harjo Lukito," kata Kapolsek Berbah Sleman AKP I Made Muliawan.

Dia menjelaskan, pesawat yang jatuh jenis capung, glider yang sedang digunakan untuk latihan rutin. Sejumlah aparat TNI AU Lanud Adisutjipto menjaga ketat lokasi jatuhnya pesawat dan menutup area itu dalam radius 100 meter dari bangkai pesawat.

Selasa, 03 Mei 2011

Ronaldo: Kalau Begini Terus, Barca Main Sendiri Saja

Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, menilai timnya selalu dirugikan ofisial ketika berhadapan dengan Barcelona. Menurutnya, jika masih terus begitu, lebih baik Madrid tak usah masuk lapangan, ketika jadwal menentukan kedua kubu bertemu. Hal itu berkaitan dengan pertemuan kedua kubu di semifinal Liga Champions yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial. Pada leg pertama, Madrid kehilangan bek Pepe yang mendapat kartu merah setelah dinilai wasit Wolfgang Stark melanggar Dani Alves pada menit ke-60.
Tak lama setelahnya, giliran pelatih Jose Mourinho yang dipindahkan dari kursi cadangan ke kursi khusus. Padahal, menurut Mourinho, ia hanya menanyakan alasan wasit mengusir Pepe.
Pada leg kedua, Madrid melihat gol Gonzalo Higuain dianulir pada menit ke-46, sebelum gol terjadi, wasit Frank De Bleeckere menilai Ronaldo melanggar Javier Mascherano.
Pertandingan leg kedua berakhir 1-1. Madrid pun tersingkir karena kalah 0-2 pada leg pertama.
"Wasit pada leg pertama mengambil kesempatan kami masuk final. Kami tahu jika (gol Higuain tak dianulir) itu cukup menjaga peluang kami lolos. Ini tak bagus untuk sepak bola. Kami seharusnya tinggal di rumah dan membiarkan Barcelona bermain sendirian jika hal-hal ini tak berubah," ujar Ronaldo.
"Barcelona memiliki banyak kekuatan di luar lapangan. Kami bisa mendulang hasil imbang jika tak ada insiden Alves (pada leg pertama) dan kejadian malam ini (leg kedua) kami akan melihat diri kami lolos."
"Aku tak merasa Barcelona lebih baik dari kami, tetapi itu karena mereka memiliki banyak bantuan dari wasit," tuturnya.

Sudah Lama Pemerintah Mengetahui NII!

Ketua Majelis Ulama Indonesia Hamidan meminta pemerintah segera bertindak tegas menanggapi sepak terjang kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Pasalnya, menurut Hamidan, pemerintah dan aparat sudah mengendus aktivitas kelompok ini sejak dulu."Aparat itu tahu sekali, apalagi intelijen, lebih tahu dong. Enggak mungkin enggak terdeteksi. Kita juga tahu kalau aparat itu tahu, makanya kita serahkan kepada polisi. Kita enggak mau menjangkau lingkar dalam itu," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (28/4/2011).
Hamidan menambahkan, MUI sudah pernah melakukan penelitian masuk ke dalam Pesantren Al Zaitun yang disebut-sebut sebagai tempat cikap bakal NII berlangsung pada 2002. Dalam penelitian itu, Hamidan mengatakan menemukan dua entitas di dalamnya, yaitu Kompartemen Wilayah (KW) 9 dan NII dan keduanya memiliki hubungan baik.
Ia mengatakan, di dalam pondok ini ada dua lingkar kelompok. Lingkar luar merupakan lingkaran yang aktif bergaul dengan masyarakat luar. Menurut penelitian, hampir tak ada kesalahan dalam ajaran Islam di lingkar luar Al Zaitun ini. Namun, keanehan ajaran memang ditemukan dalam lingkar dalamnya, seperti diberitakan selama ini.
"Dan penelitian itu sudah kami sampaikan ke Departemen Agama yang menyangkut radikalisasi di lingkar dalam itu. Kami sampaikan juga ke Mabes Polri. Kami juga masih ingat nama aparat polisi, kepadanya kami sampaikan," tambahnya.
Oleh karena itu, Hamidan menambahkan, pemerintah harus menyelesaikan persoalan ini dengan tegas karena pemerintah sudah mengetahuinya sejak lama.
"Mereka kan sudah tahu, tinggal melakukan tindakan represif untuk itu. Kalau soal penanganan secara persuasif, yaitu dalam rangka pendidikan di sekolah, kampus, dan sebagainya. Yang paling penting, orangtua harus waspada. Kalau anak itu satu dua hari tak pulang tak ada masalah, tidak ditanyakan ke mana. Orangtua harus mewaspadai sekolah atau kampus tempat anaknya," ujarnya.

Rp 100 M untuk Kunker DPR 2011

Sekretariat Jendral DPR RI mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 100 miliar untuk membiayai kunjungan kerja para anggota dewan selama tahun 2011. Angka tahun ini tak jauh berbeda dengan alokasi anggaran tahun lalu sebesar Rp 107 miliar. 
"Tahun lalu, 107 miliar, tapi realisasinya hanya 50 "Tahun lalu, 107 miliar, tapi realisasinya hanya 50 persen. Ssisanya dikembalikan. Tahun ini alokasinya 100 miliar lebih untuk keseluruhan, nanti realisasinya lihat di akhir tahun 2011," ungkap Sekjen DPR RI Nining Indrasaleh di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
Tahun lalu, menurut Nining, sekitar 50 persen anggaran dikembalikan karena komisi tak bisa melaksanakan kunjungan kerja tersebut. Tahun ini diharapkan anggaran bisa terpakai untuk menyelesaikan 70 RUU yang masuk ke dalam Prolegnas. Nining mengatakan, anggaran kunjungan kerja untuk merampungkan satu RUU adalah Rp 1,7 miliar. Namun, tidak semua Pansus RUU bisa melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
"Misalnya, RUU sebagai tindak lanjut keputusan MK, berarti harus ada revisi. Kalau substansi revisi tidak sampai 50 persen, maka kebijakan pimpinan itu tidak boleh melakukan kunjungan kerja. Lalu RUU pemekaran wilayah, RUU sifatnya ratifikasi internasional, RUU peraturan pemerintah pengganti UU," tambahnya.
Selain itu, Nining menegaskan, komisi sendiri yang menentukan jumlah peserta rombongan kunjungan kerja, termasuk anggota, staf dan sekretariat. Meski demikian, masih harus disesuaikan dengan standar yang berlaku.
Terkait anggota dewan yang masuk kedalam daftar peserta kunjungan kerja padahal sudah dicekal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nining mengaku tidak tahu-menahu. "Kita kan tidak tahu sebelumnya, tidak ada pemberitahuan kepada kami. Saya kira kalau ada pemberitahuan lebih dulu, tidak akan diikutsertakan," tandasnya.
Di masa reses ini, tercatat, rombongan DPR yang pergi melakukan kunjungan kerja ke luar negeri adalah Komisi I, Komisi VIII, Komisi X, dan Badan Urusan Rumah Tangga. Komisi I berkunjung ke lima negara yakni Perancis, Spanyol, Turki, Rusia, dan AS. Komisi VIII melalui Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Fakir Miskin berangkat ke China dan Australia.
Komisi X berangkat ke Spanyol dan China untuk belajar dan melihat fasilitas olahraga, perpustakaan, belajar pendidikan, dan wisata. Sedangkan Badan Urusan Rumah Tangga DPR akan menyambangi Inggris dan Amerika Serikat. Informasi teranyar, Komisi II DPR juga akan ke India 3-7 Mei untuk belajar tentang kependudukan.

Polisi Sita Bahan Pembuat Bom


Detasemen Khusus 88 Anti Teror mabes polri, Selasa (03/05/11) siang, melakukan penggeledahan dan olah TKP di stand penjualan baju milik terduga teroris, di kompleks pasar malam pabrik gula Pangkah Tegal, Jawa Tengah. Polisi menemukan buku-buku jihad, sebuah granat serta beberapa paku dan logam bahan pembuat bom. Para terduga teroris yang ditangkap merupakan jaringan M Syarif, salah satunya diduga adalah perakit bom bunuh diri yang digunakan M Syarif .
Penggeledahan stand penjualan buku milik terduga teroris di lokasi pasar malam pabrik gula Pangkah Tegal Jawa Tengah, Selasa siang, dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri, Inafis serta Puslabfor Polri, mendapat penjagaan ketat sejumlah personel Densus 88 bersenjata otomatis. Selama proses penggeledahan dan olah TKP berlangsung, warga tidak diperkenankan mendekat.
Dalam penggeledahan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, polisi menyita buku-buku jihad, senapan angin, serta sebuah granat dan sejumlah paku dan logam bahan pembuat bom baku di dalam tas.
Seluruh barang bukti langsung diamankan. Hingga proses penggeledahan selesai, tak satupun petugas di lapangan yang bersedia memberikan keterangan. Namun diperoleh informasi, penyergapan ini adalah pengembangan kasus bom bunuh diri M Syarif di Masjid Mapolresta Cirebon.
Informasi terbaru yang diperoleh di lapangan menyebutkan, dalam penyergapan yang dilakukan Senin malam , tim Densus 88 mabes polri berhasil menangkap 5 terduga teroris, tiga diantaranya berinisial BOR, AN dan IP. Salah satunya adalah perakit bom bunuh diri yang digunakan M Syarif .
Para terduga teroris yang ditangkap, diantaranya berasal dari Kecamatan Ketanggungan Brebes. Polisi saat ini masih terus mengembangkan hasil penyergapan di Tegal ini, untuk  memburu jaringan teroris lainnya yang diduga bersembunyi di sejumlah daerah di Jawa Barat.

1,3 Juta PNS di Indonesia Belum Punya Rumah

Sebanyak 1,3 juta pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia saat ini belum memiliki rumah. Untuk itu, diperlukan optimalisasi layanan tabungan perumahan PNS sehingga penyediaan rumah bagi PNS dapat terlaksana dengan baik. “Sebanyak 1,3 juta PNS di Indonesia saat ini belum punya rumah. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama,” ujar Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Seminar Bapertarum PNS bertemakan Meningkatkan kesejahteraan PNS, melalui optimalisasi layanan tabungan perumahan PNS dengan mengedepankan prinsip pengelolaan keuangan yang bersih dan bebas dari korupsi di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (3/5).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sesmenpera Iskandar Saleh, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo, Penasehat KPK Said Zaenal Abidin, dan anggota BPK Hasan Bisri serta perwakilan dari kementerian lainnya seperti dari Kementerian Dalam negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN, dan BKN.
Menurut Suharso Monoarfa, gaji yang diterima oleh PNS saat ini memang bisa dikatakan belum optimum untuk memenuhi kebutuhan para abdi negara tersebut. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan pemilikan rumah bagi para PNS. Jumlah PNS terbanyak di Indonesia sekarang adalah guru dan tenaga medis.
Suharso Monoarfa menyatakan, guna mengoptimalisasikan dana yang tersedia sekarang pemerintah akan terus mengupayakan eksistensi agar Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) bisa dirasakan oleh PNS. “Dana yang terkumpul dari iuran PNS untuk tabungan perumahan mencapai angka sekitar Rp 6,1 Triliun. Oleh karena itu, eksistensi Bapertarum PNS perlu lebih ditingkatkan agar bisa dirasakan oleh PNS di seluruh Indonesia,” katanya.
Terkait dengan tabungan bagi PNS, pada kesempatan itu Suharso Monoarfa juga menceritakan bahwa tahun 2005 lalu Presiden RI telah memberikan disposisi mengenai pengutipan gaji PNS untuk menabung sebanyak 2,5 persen dari gaji pokoknya. Namun demikian hingga saat ini keputusan Presiden itu belum berjalan dengan baik. “Saya juga bingung dimana letak persoalannya sehingga hal itu belum bisa dilaksanakan sebab hingga saat ini belum ada perkembangan terkait tabungan PNS tersebut,” imbuhnya.
Saat ini, kebutuhan rumah bagi PNS memang lebih besar jika dibandingkan dengan kebutuhan rumah prajurit TNI yang mencapai angka 540.000 unit. Dengan asumsi rata-rata setiap tahun dibangun sekitar 3.000 rumah bagi TNI per tahun, maka untuk memenuhi kebutuhan rumah TNI diperlukan waktu sekitar 92 tahun. Saat Kemenpera ikut menawarkan program kebijakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Rusunawa bagi TNI menjadi hanya 18 – 20 tahun saja.
Pemerintah saat ini, ungkap Suharso Monoarfa, juga terus berusaha melakukan intervensi terhadap pemenuhan kebutuhan rumah bagi PNS. “Kalau tidak diintervensi pemerintah mungkin waktu yang diperlukan dua kali lipat dari pemenuhan rumah bagi TNI yakni 180 tahun. Tentu hal itu tidak kita inginkan khususnya bagi PNS yang telah mengabdikan dirinya selama berpuluh-puluh tahun,” terangnya.
Sementara itu, anggota BPK Hasan Bisri mengatakan, status dana tabungan perumahan PNS berdasarkan definisi dan unsur-unsur keuangan negara yang ditetapkan oleh UU No. 17 Tahun 2003, maka Dana Tabungan Perumahan (Taperum) PNS termasuk bagian dari keuangan negara, yaitu kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau kepentingan umum. Oleh karena itu, keuangan negara harus dikelola secara tertib, ekonomis, efisien dan efektif, transparan, bertanggung jawab dan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, akuntabilitas berorientasi pada hasil (kinerja), professional, proporsional dan pemeriksaan oleh lembaga yang bebas dan mandiri.
Hasan Bisri menambahkan, dirinya mengusulkan beberapa saran untuk pengelolaan Taperum PNS ke depan. Pertama, diperlukan perubahan dasar hukum pemungutan Taperum, dari Keppres menjadi UU atau minimal PP. Kedua, nilai iuran Taperum ditetapkan dalam bentuk prosentasi tertentu dari gaji pokok, berdasarkan perhitungan atau kajian ahli aktuaria. “Dengan jumlah PNS saat ini sekitar 4,7 juta, maka apabila iuran Taperum ditetapkan Rp50.000 per bulan, akan menghasilkan dana sebesar Rp 2,82 T per tahun,” ungkapnya.
Ketiga, status lembaga pengelola Taperum diperjelas, apakah akan diserahkan kepada lembaga pengelola yang bersifat nirlaba; dikelola melalui sistem asuransi atau dikelola oleh pemerintah. Ke empat, harus ada batasan yang jelas tentang jumlah maksimum biaya pengelolaan Taperum. Adanya akuntabilitas dana Taperum harus diatur secara tegas agar pengelolaan Taperum lebih transparan dan akuntabel. Nilai bantuan perumahan kepada PNS ditingkatkan agar bisa efektif membantu PNS dalam kepemilikan rumah. “Perlu dikaji kemungkinan PNS diberikan tunjangan perumahan, namun tunjangan tersebut langsung dipotong sebagai Taperum, yang dikelola secara profesional, akuntable dan transparan,” katanya.
Lebih lanjut, Hasan Bisri menyatakan, potongan dana Taperum PNS pertama kali dilakukan berdasarkan gaji bulan Februari 1993. Sampai saat ini jumlahnya belum berubah yaitu golongan I Rp3.000; Golongan II Rp5.000; Golongan III Rp7.000; dan Golongan IV Rp10.000 per bulan. “Tarip itu saat ini dinilai terlalu kecil. Sebab kebutuhan PNS khususnya untuk perumahan juga terus meningkat karena harga rumah yang semakin naik dari waktu ke waktu,” katanya.
Sedangkan nilai bantuan uang perumahan kepada PNS berdasarkan Keppres Nomor 14/ Tahun 1993 tidak mengatur tentang nilai bantuan uang muka KPR atau bantuan pembangunan rumah bagi PNS.
Namun Bapertarum menetapkan bantuan perumahan untuk PNS adalah Golongan I Rp1.200.000; Golongan II Rp1.500.000; Golongan III Rp1.800.000 dan Golongan IV Rp2.100.000. Nilai bantuan perumahan yg relatif kecil tersebut karena tarip pungutan Taperum juga sangat kecil, sehingga tidak mampu memberikan bantuan perumahan yang layak. “Bagi PNS yang berhenti tetapi belum pernah menerima dana bantuan perumahan, memperoleh pengembalian dana Taperum tanpa bunga,” terangnya.
Penasehat KPK Said Zaenal Abidin mengungkapkan,kompensasi yang diterima oleh PNS memang belum mencukupi kebutuhannya. Sedangkan standar gaji yang ada belum ada padahal kebutuhan hidup PNS juga semakin meningkat. “Banyak PNS yang bekerja untuk hidup. Jadi gaji yang diterima malah habis untuk biaya hidup,” terangnya.

Sabtu, 30 April 2011

TKI Ponorogo Pulang Dalam Peti Mati

Kuswanto (40) tenaga kerja asal desa Munggu kecamatan Bungkal Ponorogo harus pulang dalam peti mati setelah lebih dari 15 tahun kerja di Malaysia. Korban meninggal setelah tertimpa buah pohon sawit di Johor, Malaysia, tempatnya bekerja. Jenazah korban yang tiba di rumah duka, kemarin petang (28/4) disambut dengan isak tangis keluarga dan para kerabatnya. Pasalnya, korban bekerja di tempat lagu Isabella itu berasal menjadi tumpuan perekonomian keluarga. Bahkan, selama 15 tahun bekerja tidak pernah sekalipun mendapat masalah ataupun keluhan. Jeremi, istri dan Johan, anak semata wayangnya sempat pingsan beberapa kali setelah jenazah
korban diturunkan dari mobil ambulan rumah sakit.
Kamaludin, salah satu keluarga mengatakan, pihak keluarga mendapat kabar kelam itu pada 23 April yang lalu dari seorang teman yang bekerja ditempat yang sama. Waktu itu dikabarkan, jiak korban mengalami kecelakaan kerja, tertimpa buah sawit, pada 19 April.
“Setelah sempat Mendapat perawatan di rumah sakit, akhirnya dikabarkan meninggal dunia,” terangnya.
Bapak satu anak itu juag mengatakan, jika pihak keluarga sangat terpukul akibat peristiwa itu. Pasalnya, korban merupakan satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga. Sehingga, pihak keluarga berharap, agar semua hak-hak korban dipenuhi. Seperti gaji selama bekerja dan asuransi.
“Setelah disholatkan segera disemayamkan dipemakaman umum desa ini,” terangnya.
Lebih lanjut, Kamaludin mengatakan, korban terakhir pulang satu tahun yang lalu. Saat itu, korban mengatakan akan memperpanjang bekerja di Malaysia. Dan setelah bekerja diMalaysia sekitar dua tahun, korban menyatakan ingin bekerja di Ponorogo dengan modal hasil bekerja selama diluar negeri.
“Tapi takdir berkata lain, pihak keluarga menerima kenyataan ini,” pungkasnya.

Rabu, 20 April 2011

M Syarif Bukan Perakit Bom Cirebon

JAKARTA - M Syarif diyakini hanya sekedar pelaku bom bunuh diri di Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, semata. Sementara perakit bom yang melukai puluhan polisi saat salat Jumat itu adalah orang lain.

“Sudah pasti ada support, ada pembuat bom di belakangnya dan biasanya pembuat bom tidak meledakkan dirinya karena orang yang memiliki kemampuan membuat bom jumlahnya terbatas,” ungkap pengamat terorisme Al Chaidar kepada okezone di Jakarta, Kamis (21/4/2011).

M Syarif juga diyakini bukan bagian dari kelompok teroris yang selama ini eksis di Tanah Air. Dari berbagai sumber yang diakses Al Chaidar tak satu pun yang mengenal sosok M Syarif. “Saya menyakini di belakang dia ada oknum-oknum tertentu yang sifatnya negara,” ungkapnya.

Argumen yang melandasi keyakinan Al Chaidar di antaranya adalah sifat dari serangan yang janggal. Dalam melancarkan aksinya para teroris biasanya memilih bom bunuh diri untuk sasaran-sasaran yang besar. “Bom syahid, biasanya high explosive. Dipersiapkan lama, matang, dan targetnya jelas. Soal kerugian di pihak lawan juga diperhitungkan, jadi bukan bom-bom kecil,” urainya.

Al Chaidar menampik analisis yang menyebutkan telah terjadi pergeseran pola gerkan teroris di Indonesia. Dari yang sifatnya kelompok menjadi personal dengan sasaran lebih kecil. “Saya kira masih belum berubah secara signifikan, tetap masih AS dan sekutunya, tapi ada juga musuh lokal, polisi dalam hal ini,” terangnya.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/04/21/337/448396/m-syarif-bukan-perakit-bom-cirebon

Briptu Norman Akan Sekolah Akting

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polri tampaknya tak mau menyia-nyiakan kesempatan "demam" Briptu Norman Kamaru yang sedang menjangkiti masyarakat. Anggota Brigade Mobil Gorontalo itu, kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, akan didaftarkan Polri ke sekolah akting agar tahu cara dan gaya tampil di muka publik."Kami latih dulu, sekolahkan yang bagus supaya ngomongnya enak. Akan kami sekolahkan acting agar punya keterampilan. Ini strategi Polri dalam hal kemitraaan. Aset harus dirawat," ujar Anton di kantornya, Kamis 14 April 2011.

Karenanya, menurut Anton, kepulangan Norman ke Gorontalo diundur Selasa pekan depan, setelah sebelumnya dijadwalkan pulang besok. Molornya tanggal kepulangan polisi yang lihai berjoget India itu disebabkan belum terlayaninya semua permintaan media massa.Tak hanya itu, Norman bahkan juga diminta main film dan menjadi bintang iklan. Tapi tawaran itu, kata Anton, tak bisa dipenuhi Norman karena yang bersangkutan belum siap. Karena itulah Polri kemudian berinisiatif menyekolahkan Norman.

"Dia juga bagus, kan? Salah satu aset yang harus kami rawat. Karena masyarakat senang dan mendukung, kesempatan ini harus kami  perbaiki agar lebih disenangi," ungkapnya.

Dengan mengikuti sekolah akting, ke depannya Norman diharapkan bisa menjadi duta Polri di masyarakat. "Kami harapkan begitu. Akan ada banyak polisi yang seperti itu, banyak yang disenangi masyarakat," ujar Anton. Briptu Norman menjadi buah bibir masyarakat menyusul beredarnya video dirinya di situs youtube. Dalam video itu, Norman bernyanyi lipsync lagu "Chaiyya-Chaiyya", dan menari mengikuti gaya aktor India Shah Rukh Khan. Gara-gara ulah kocaknya itu, ia langsung ngetop mendadak. Ia pun langsung diundang ke sana kemari oleh sejumlah media. Singkatnya, ia menjadi selibritas dadakan.

 Sumber : http://www.tempointeraktif.com

KPI: 20 Pelaut Indonesia Harus Segera Dibebaskan


[JAKARTA] Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mendesak pemerintah Indonesia dan PT Samudera Indonesia (Samin) Tbk untuk segera membebaskan 20 pelaut Indonesia yang hingga kini masih disandera perompak bersenjata Somalia. Pembayaran tebusan yang telah disepakati PT Samin dengan perompak harus segera direalisasikan dalam tempo sesingkat-singkatnya guna mencegah hal-hal yang merugikan awak MV Sinar Kudus.

Desakan ini dikemukakan Presiden KPI, Hanafi Rustandi, di Jakarta, Selasa (19/4), sehubungan lambannya pemerintah dan PT Samin membebaskan seluruh awak MV Sinar Kudus dari cengkeraman perompak di Somalia. Ditegaskan, seluruh pelaut Indonesia yang disandera pembajak harus segera dibebaskan.
PT Samin selaku pemilik dan operator kapal tersebut, harus bertanggung jawab dan melindungi seluruh awak kapal. Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan, perusahaan pelayaran tersebut telah melaksanakan kewajibannya membayar upah penuh, termasuk bonus dan premi asuransi tambahan karena melayari kawasan berisiko tinggi dari perompakan. Semua hak pelaut itu harus dibayarkan kepada pihak keluarga sampai saat semua awak kapal tersebut dibebaskan,” kata Hanafi.

Perusahaan tersebut juga harus dipastikan telah memiliki rencana kontigensi menyangkut pelayanan konsultasi psikologis dan medis pelaut dan keluarganya, baik selama dan setelah masa penawanan. Selanjutnya, pemerintah harus memastikan bahwa PT Samin dapat bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan aparat penegak hukum lainya untuk membawa para bajak laut itu ke pengadilan.

Perusahaan juga harus menanggung biaya akomodasi dan biaya terkait lainnya yang dibutuhkan oleh awak kapal yang diminta bersaksi di pengadilan atau menjalani pemeriksaan oleh aparat yang berwenang. MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia yang mengangkut bijih nikel dibajak oleh perompak bersenjata Somalia di Teluk Arab pada 16 Maret 2011 dalam pelayaran dari Sulawesi Tenggara menuju Belanda.

Hingga saat ini ke-20 awak kapalnya masih disandera oleh perompak yang menuntut tebusan sekitar US$ 3 juta atau setara Rp 27 miliar. Mengutip laporan Lloyd List, Hanafi menambahkan, perompakan terhadap kapal  milik PT Samin sudah kedua kalinya terjadi.

Kasus pertama menimpa MV Sinar Andalas pada 26 Feberuari 2004 di Teluk Benggal, di luar pelabuhan Bireun, Aceh. Kapal berbendera Indonesia pengangkut semen ini diserang oleh bajak laut, sehingga kapal bernomor IMO 9182409 itu rusak berat dan tidak bisa dipakai lagi.

“Kasus ini mestinya menjadi pelajaran bagi PT Samin. Namun tidak diindahkan, sehingga MV Sinar Kudus menjadi korban pembajakan kedua kalinya,” ujarnya.

Hanafi Rustandi mengatakan, pemerintah RI harus menugaskan  TNI-AL untuk melindungi semua kapal berbendera Indonesia (termasuk awaknya) dari tindakan pembajakan.  Jika tidak, pemerintah dapat memberikan kontribusi lain untuk meningkatkan keamanan, termasuk dalam bentuk dukungan keuangan untuk melawan perompakan.

KPI selaku afiliasi Federasi Buruh Transportasi Internasional (ITF) menegaskan, pelaut tidak boleh dipersenjatai. Namun mengingat risikonya sangat tinggi, khususnya bagi kapal-kapal yang memasuki kawasan rawan perompakan, sesuai dengan ketentuan hukum nasional, petugas militer dapat ditempatkan di kapal untuk transit di seluruh wilayah yang berisiko tinggi terhadap pembajakan.

“Personal militer itu harus dari TNI-AL, atau berasal dari negara lain yang memiliki perjanjian bilateral pertahanan atau kerjasama militer dengan Indonesia,” tukas Hanafi Rustandi yang juga Ketua ITF Asia Pasifik.

Mengingat makin mengganasnya perompakan dewasa ini, KPI mengakui semakin banyak kapal yang menempatkan petugas bersenjata atau menggunakan kapal keamanan swasta untuk melindungi para pelautnya.

Namun, personal yang ditempatkan di kapal harus dilatih dulu secara profesional, dan hanya dipakai jika ada kesepakatan dengan serikat pekerja yang mewakili pelaut. Ditegaskan, awak kapal berhak menolak berlayar melewati zona berbahaya bagi perompakan/pembajakan.

Dalam hal ini, perusahaan/pemilik kapal wajib memulangkan pelaut tanpa hukuman atau denda apapun, dan mempekerjakan kembali jika telah aman. Hanafi mengingatkan, pemerintah RI mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan yurisdiksi hukum Indonesia atas orang-orang yang telah ditahan dan diduga sebagai perompak. Mereka (perompak) harus diadili secara proporsional,” ujarnya.

 Untuk itu, Indonesia harus membuat perjanjian bilateral degan negara lain yang telah mengerahkan Angkatan Lautnya untuk memfasilitasi ekstradisi secara cepat para bajak laut itu ke wilayah hukum RI.

“Jika terbukti bersalah, mereka harus mendapat sanksi pidana yang proporsional,” sambung Hanafi.

Di sisi lain, KPI akan terus menjalin kerjasama dengan organisasi pemilik kapal Indonesia (INSA) untuk mencari kesepakatan mengenai langkah-langkah yang perlu diambil guna memerangi ancaman pembajakan.

KPI juga mendesak PBB untuk segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi berkembangnya pembajakan di perairan Somalia. [E-8]  

 Sumber : http://www.suarapembaruan.com/home/kpi-20-pelaut-indonesia-harus-segera-dibebaskan/5857

Senin, 18 April 2011

Briptu Norman Kamaru

Briptu Norman Kamaru. Polisi yang satu ini mendadak terkenal di dunia maya setelah video berjoget dan lip sync lagu Indianya beredar luas di internet lewat youtube, Briptu Norman Kamaru. Aksinya bergoyang lagu India ini memancing senyum. Sisi prajurit Brimob yang garang luntur seketika.

Tapi sayang, gara-gara video itu Briptu Norman Kamaru yang adalah anggota Brimob Gorontalo ini mendapat teguran dari atasannya. Bahkan dia terancam sanksi dari atasannya. Atasannya menilai ada kelakukan Norman yang kurang pas. Anggota polisi dalam pelaksanaan tugas seharusnya menjaga kehormatan dan kewibawaan

Meski begitu banyak mengalir dukungan untuk Briptu Norman Kamaru di dunia maya, agar dia tidak diberi sanksi. Tak cuma dari masyarakat luas. Para selebritis dan tokoh publik pun membela anggota Brimob gaul ini.


Dukungan tak hanya melalui Twitter, dukungan terhadap Norman juga mengalir lewat Facebook. Sedikitnya 500 lebih Facebooker ikut mendukung 'Gerakan Satu Juta Mendukung Briptu Norman Kamaru'.


Diketahui dalam video Youtube, tampak Briptu Norman Kamaru dengan terampil mengikuti dendang lagu India. Lagu pilihannya adalah Chaiyya Chaiyya yang dinyanyikan oleh Shahrukh Khan di film Dil SeVideo kemungkinan direkam dengan ponsel dengan suasana sebuah pos jaga. tahun 1998. Namun kini selamat berkarya bagi norman kamaru yang sudah membuat masyarakat terpana akan aksinya.. semoga sukses..

Jumat, 15 April 2011

Nisan Makam Kuno Mengandung Emas


AMEN – Masih ingat penemuan komplek pemakaman kuno peninggalan zaman Belanda beberapa waktu lalu. Konon ceritanya, diantara kuburan ratusan bahkan ribuan makam tersebut tidak semuanya asli kuburan. Tapi sebagian merupakan tempat penyimpanan harta karun peninggalan Belanda.
Indikasinya, batu nisan bernomor yang terdapat di areal pemakaman kuno tersebut mengandung emas, meskipun kadarnya rendah. “Batu nisan yang bernomor tersebut, memang diduga berasal dari tambang emas zaman belanda dan mengandung kadar emas. Tapi setelah digelundung (diolah.red), kadar emasnya sangat rendah dan tidak cukup mengembalikan modal pengolahannya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Lebong, M. Gunadi Mursalin, S.Sos.
Kandungan emas yang terdapat di batu nisan itulah kemudian memunculkan spekulasi baru bahwa diantara makam-makam kuno tersebut, terdapat tempat penyimpanan harta karun atau emas murni dari hasil penambangan emas Lebong yang dulu lokasinya memang di sekitar makam-makam kuno itu.
Gunadi Mursalin yang juga Ketua Komisi II DPRD Lebong menceritakan, beberapa tahun lalu pernah ada salah satu warga di Desa Air Putih Kecamatan Pinang Belapis yang mengaku pernah melihat 6 Orang Tidak Dikenal (OTD) dengan menggunakan kendaraan hartop mendatangi lokasi kuburan.
“Waktu itu hari sudah menjelang magrib, sekitar pukul 18.45 WIB, 6 OTD tersebut turun dari kendaraan hartop dengan menggunakan seragam jaket warna biru, sama dengan warna mobil hartop yang digunakan. Kebetulan kendaraan tersebut diparkir tidak jauh dari halaman rumah warga ini (yang melihat.red). Mereka langsung berjalan menuju lokasi makam tersebut dan kembali lagi setelah lebih kurang 2 jam,” terang Gunadi.
Sekitar pukul 21.00 WIB, lanjut Gunadi, 6 orang tersebut sudah kembali lagi menuju mobil. Dua orang diantaranya terlihat menggotong sejenis kotak atau peti yang cukup besar dan langsung memasukannya ke dalam mobil hartop tersebut. Baru setelah itu 6 OTD tersebut berputar kembali menuju Pasar Muara Aman.
“Memang tidak terlalu jelas seperti apa model petinya serta ukurannya. Selain itu warga yang tinggal di rumah tersebut melihat dari celah jendela. Apakah itu peti harta atau lain sebagainya, sampai sekarang tidak diketahui. Karena yang melihat juga tidak sempat maupun berani keluar. Hanya melihat dari balik celah jendela rumahnya,” lanjut Gunadi.
Keesokan harinya, sambung Gunadi, warga tersebut kaget saat melintasi areal kuburan menuju kebunnya. Salah satu makam yang memang berbeda dengan makam lainnya sudah dalam keadaan habis dibongkar. Karena gundukan makam yang keseluruhannya di semen cor, sudah dalam keadaan terbalik. Sehingga sangat jelas terlihat kalau baru saja dibongkar orang.
“Dia kaget, karena sore hari sebelumnya kuburan tersebut masih dalam keadaan baik-baik saja. Dia tahu persis, sebab setiap hari melintas di sana. Untuk menuju kebunnya yang tidak jauh dari komplek kuburan tersebut. Dugaan kuat 6 OTD yang dilihat warga tersebutlah yang melakukan pembongkaran makam,” sambung Gunadi.
Mendapati kejadian tersebut, cerita Gunadi lebih jauh, warga tersebut memang tidak menceritakan temuannya kepada siapapun. Karena memang waktu itu, kondisi penduduk di wilayah Desa Air Putih terbilang sepi. Tetapi warga itu sempat menceritakan kejadian tersebut, kepada salah satu keluarganya yang ada di Kecamatan Lebong Utara.
Yang jelas, tambah Gunadi, sejauh ini belum ada masyarakat di Kabupaten Lebong yang mengklaim pernah menemukan atau mendapatkan peti harta karun berisi emas peninggalan zaman Belanda diareal komplek kuburan tersebut. (dtk)

Jumat, 08 April 2011

Pemerintah Akan Membangun Listrik Tenaga Surya di 100 Pulau





JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar 100 pulau di kawasan Indonesia bagian timur tidak lama lagi akan dapat menikmati listrik. Ini akan terwujud jika PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) selesai membangun pembangkit-pembangkit listrik tenaga surya di daerah kepulauan itu tahun ini .  



Menurut Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vicker Sinaga, Jumat (8/4/2011), dalam jumpa pers, di kantor Pusat PT PLN, Jakarta, selama ini rasio elektrifikasi di beberapa provinsi di Indonesia bagian timur masih sekitar 30 persen. Selain itu, daftar tunggu sambungan listrik di kawasan itu masih panjang. 


Untuk itu, perseroan tersebut menargetkan penambahan jumlah pelanggan PLN di kawasan itu tahun ini sebanyak 1,1 juta pelanggan, dan 370.000 pelanggan di antaranya akan dialiri listrik dari pembangkit-pembangkit listrik tenaga surya. Sebab, jika menggunakan jaringan reguler, maka butuh waktu lama untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah itu.  

Tahun ini PLN akan membangun 124 pembangkit tenaga surya di Indonesia bagian timur tahun ini. Rinciannya, 15 lokasi di 15 kabupaten di Papua dan Papua Barat dengan total daya 4.500 kilo Watt Peak (kWP).
Perseroan itu juga akan membangun 109 pembangkit tenaga surya di sekitar 100 pulau dengan total kapasitas 18.150 kWp yang tersebar di sejumlah provinsi di antaranya Papua, Papua Barat, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.  

Untuk sistem PLTS mandiri, biaya penyambungan Rp 3,5 juta per pelanggan dan itu ditanggung PLN. Sedangkan pelanggan wajib membayar uang jaminan Rp 500.000 dan biaya berlangganan Rp 35.000 per bulan.
"Setiap pelanggan dapat tiga lampu super ekstra hemat energi (SEHEN) 2-3 watt. Lebih murah kan jika dibandingkan pakai lampu petromax yang butuh beli minyak tanah Rp 90.000 per bulan," kata dia.  

Menurut Sekretaris Eksekutif Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Martono, saat ini pembangunan ratusan PLTS itu baru tahap penyiapan dokumen.
"Dalam waktu dekat akan tender. Proses pengadaan barang dan pembangunan konstruksi diperkirakan butuh waktu lima bulan," ujarnya menjelaskan.


sumber :http://regional.kompas.com/read/2011/04/09/07431522/Bangun.Listrik.Tenaga.Surya.di.100.Pulau
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Guestbook

Pasang Iklan Disini

ads ads ads ads

Visitor Me

free counters

MUSIK

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

Follow Me

DAFTAR ISI BLOG

Berita

 

My Banner

Resent Posting

Copyright© 2007-2011 VHA-INFO | Template Blogger Designer by : vha-info' |
Template Name | Uniqx Transparent : Version 1.0 | Vha-Info